Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Malang
Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Malang

Flipmas Legowo



SEJARAH BERDIRINYA FLipMAS LEGOWO

          Pengabdian kepada masyarakat merupakan elemen Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karenanya, baik mahasiswa maupun dosen harus mengenal anatomi masyarakat dengan penderitaannya sehingga bagaimana Perguruan Tinggi mengentaskan masyarakat yang terpinggirkan tersebut dengan peran-peran ekonomi.
        FLipMAS (Forum Layanan Ipteks Bagi Masyarakat) adalah sebuah wadah untuk menghimpun dan menggerakkan kemahiran profesional pelaksana pengabdian kepada masyarakat Perguruan Tinggi dalam mengaktualisasikan peradaban masyarakat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Flipmas berkewajiban memetakkan permasalahan kewilayahan untuk mensinergikan kemahiran akademik Perguruan Tingg Wilayah. Caranya adalah memandu dan membka akses akademi bermasyarakat serta mengekspose kinerja forum kepada pemangku kepentingan kewilayahan melalui ekshibisi-ekshibisi jurnal aplikasi Ipteks.
       Hari Juma’t  4 Maret merupakan hari bersejarah bagi Flipmas Malang Raya yang kemudian diberikan nama Legowo. Nama Legowo digunakan sesuai dengan budaya Jawa yang berakar di masyarakat yang bermakna bisa menerima kenyataan dengan hati yang lapang. Dengan demikian diharapkan seluruh anggota yang bergabung dalam Flipmas Legowo harusnya orang-orang yang sabar serta nerimo dalam menghadapi masyarakat dengan heterogenitasnya.
    Kondisi Geografis dan Demografis Malang Raya cukup mendukung terciptanya perkembangan pembangunan secara menyeluruh, agrbisnis terpadu, peternakan, pariwisata dan perkembangan sentra bisnis dan industri kecil di wilayah Malang Raya. Hasil penggalian data di wilayah Malang Raya kiranya dapat dijadikan dasar pijakan untuk mengembangkan program secara sinergis dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat, meskipun tentunya perlu analisis lanjutan apakah secara agroekologis merupakan komoditas andalan dan sekaligus dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan.
    Berdasarkan kondisi Geografis dan Demografis di wilayah Malang Raya tersebut dapat dijadikan dasar pijakan untuk mengembangkan program-program yang bersifat sinergis dengan melibatkan masyarakat, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.
     Masalah yang utama pada pemerintahan daerah maupun nasional adalah data base potensi wilayah yang masih kurang, sehingga seringkali membuat keterlambatan dan kegagalan proses pembangunan. Data base potensi wilayah antara instansi / departemen yang satu dengan yang lainnya terdapat perbedaan, dan hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap pembuatan dan implementasi kebijakan pembangunan.
     Salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh wilayah pedesaan pada umumnya adalah terbatasnya alternatif kesempatan kerja di luar sektor pertanian, sehingga pertambahan jumlah penduduk pedesaan akan diikuti oleh meningkatnya tekanan atas sumberdaya alam. Kondisi seperti ini menjadi tantangan untuk mancari alternatif-alternatif khusus bagi pembangunan pedesaan yang mampu memenuhi segenap kebutuhan dasar bagi kehidupan segenap kebutuhan dasar bagi kehidupan segenap warga pedesaan dan sekaligus melestarikan sumberdaya alam secara berkelanjutan.
       Dari gambaran yang ada selama ini dapat disimpulkan bahwa warga pedesaan pada umumnya tidak cukup mampu untuk menguasai teknologi dan/atau sumberdaya yang memungkinkannya untuk dapat mengelola sumberdaya yang memungkinkannya untuk dapat mengelola sumberdaya alam yang tersedia guna memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Selain itu, petani kecil di pedesaan melakukan usaha tani tanaman dengan menghadapi pengaruh musim yang tidak menentu.

Shared: