Program Internal

Penelitian Hibah Pekerti


       Melalui berbagai program pembinaan penelitian yang telah dilaksanakan oleh Ditjen Dikti (Depdiknas) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi, serta berbagai investasi pemerintah, telah berkembang cukup banyak pusat-pusat penelitian maupun kelompok-kelompok peneliti unggulan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kelompok peneliti, laboratorium, dan pusat penelitian tersebut telah memiliki kemampuan dan suasana akademik yang kondusif untuk pengembangan dan pelaksanaan penelitian yang baik. Sementara itu masih cukup banyak dosen di berbagai perguruan tinggi yang relatif masih perlu meningkatkan kemampuan melaksanakan penelitian yang bermutu baik.

       Perkembangan kelompok peneliti, laboratorium, maupun pusat penelitian yang baik tersebut belum merata pada perguruan tinggi di Indonesia. Demikian pula akses ke fasilitas penelitian yang baik dan lengkap. Oleh karena itu kerja sama penelitian antarperguruan tinggi di Indonesia masih perlu didorong dan ditingkatkan sehingga sinergi pelaksanaan penelitian dapat lebih meningkat dan dioptimalkan. Untuk itu mulai tahun 2003, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi meluncurkan Program Hibah Penelitian Kerjasama Antarperguruan Tinggi (Hibah Pekerti).

       Tujuan Hibah Pekerti adalah untuk memberikan wadah kepada dosen/kelompok peneliti yang relatif baru berkembang dalam kemampuan menelitinya untuk dapat memanfaatkan sarana dan keahlian, serta mengadopsi dan  mencontoh budaya penelitian yang baik dari kelompok peneliti yang lebih maju di perguruan tinggi lain dalam melaksanakan penelitian yang bermutu. Program ini bertujuan pula untuk membangun kerja sama penelitian antarperguruan tinggi di Indonesia. Bidang penelitian yang dapat diusulkan dalam program Hibah Pekerti meliputi semua bidang ipteks. Kelompok peneliti yang relatif baru berkembang berperan sebagai pengusul (selanjutnya disebut Tim Peneliti Pengusul, TPP), sedangkan kelompok peneliti lebih maju di perguruan tinggi lain bertindak sebagai Tim Peneliti Mitra (TPM).

Untuk mengusulkan hibah ini pengusul harus memenuhi beberapa persyaratan. 
  1. TPP terdiri atas ketua dan maksimum 2 anggota, maksimal bergelar S2, tidak berstatus mahasiswa dan tidak memegang jabatan struktural, dari kelompok peneliti yang relatif baru berkembang dalam kemampuan dan pengalaman melaksanakan penelitian, serta sarana penelitian yang relatif masih terbatas untuk topik penelitian yang diusulkan. 
  2. TPM terdiri atas ketua dan 1 anggota, bergelar S3, berasal dari kelompok peneliti, laboratorium, atau pusat penelitian  misalnya Pusat Penelitian, Pusat Riset Unggulan Nasional/Rusnas) di perguruan tinggi dengan  track record penelitian dan publikasi yang bermutu (misalnya Hibah  Tim Penelitian Pascasarjana, penelitian internasional, Riset Unggulan Kemitraan/RUK, Hibah Bersaing) yang menunjukkan kepeloporan dalam bidang penelitian yang diusulkan. TPM dapat pula berasal dari perguruan tinggi luar negeri, dengan batasan minimum 2 tahun sejak kelulusan bila TPP menempuh pendidikan lanjut di perguruan tinggi TPM tersebut.
  3. TPP dan TPM berasal dari perguruan tinggi yang berbeda.
  4. Topik penelitian yang diusulkan diharapkan dapat dilaksanakan dan dikembangkan di TPP. 
  5. Usul penelitian dibuat untuk jangka waktu 2 tahun
  6. Biaya yang diajukan maksimal Rp75.000.000,00/tahun
 
     
      Usul penelitian dibuat secara bersama antara TPP dan TPM. Usulan harus  mendapat persetujuan (endorsement) dalam bentuk pernyataan yang ditandatangani oleh  ketua TPM yang menyatakan bahwa usulan yang diajukan memang sesuai dengan lingkup keahlian dan bidang penelitian TPM, serta kondisi dan kapasitas laboratorium TPM masih memungkinkan untuk menampung TPP selama melakukan penelitian. 

Download File ini Penelitian Hibah Pekerti

BACK

Shared: