Program Internal

   
Penelitian Fundamental


      Kegiatan Penelitian Fundamental (dahulu disebut Penelitian Dasar) ditujukan sebagai salah satu jenis pembinaan penelitian yang mengarahkan peneliti untuk memperoleh modal ilmiah yang mungkin tidak dapat berdampak ekonomi dalam jangka pendek. Modal ilmiah ini diharapkan dapat ditumbuhkembangkan oleh peneliti penelitian fundamental tersebut atau oleh peneliti lain dalam kegiatan penelitian terapan yang berdampak ekonomi dalam jangka pendek. Jadi, Penelitian Fundamental berorientasi kepada penjelas-an, atau bahkan mengantisipasi suatu gejala, kaidah, model, atau postulat baru yang mendukung suatu proses, teknologi, kesehatan, dan lain-lain dan tidak diukur keberhasilannya berupa produk dalam waktu singkat, tetapi berupa modal ilmiah yang melandasi penelitian terapan. Termasuk dalam penelitian fundamental ialah pencarian metode baru atau teori baru.  

       Diskusi para peneliti pada tahun 2004 merumuskan kriteria Penelitian Fundamental, yaitu penelitian yang berorientasi mendasar, “penelitian untuk ilmu”, dengan orisinalitas tinggi. Penelitian fundamental pada hakikatnya diperlukan oleh semua bidang ilmu sehingga tidak terikat pada tema tertentu atau tidak bersifat top-down. Pluralitas dan perubahan di bidang sosial dan kemanusiaan (humaniora) merupakan lahan penelitian yang khas (indigenous) bagi insan Indonesia, contohnya, dalam lingkup tata nilai, budaya, psikologi, seni, sosiobiologi, dan sosioteknologi. Jadi, penelitian fundamental dapat didekati secara lintas-disiplin dan topik sesuai kreasi peneliti.

       Persyaratan pengusul adalah dosen bergelar Doktor, atau minimum Lektor Kepala, memiliki  track-record publikasi ilmiah, tim maksimum 3 orang dan peneliti tidak merangkap ketua program DP2M lainnya pada tahun yang sama. Diutamakan bagi dosen yang ada relevansinya dengan bidang keilmuan dan mata kuliah yang diampu. Kegiatan Penelitian Fundamental mempunyai ciri tersendiri diban-dingkan dengan jenis penelitian terapan dengan uraian sebagai berikut.
  • Penelitian fundamental sering kali memerlukan waktu yang lebih dari satu tahun untuk memantapkan temuan. Hibah Penelitian Fundamental dapat diusulkan sampai 2 tahun. Usulan  tahun kedua perlu dievaluasi oleh tim pakar pada akhir tahun pertama.
  • Untuk dapat menjelaskan gejala atau kaidah diperlukan peneliti dengan track record yang memadai. 
  • Hibah Penelitian Fundamental berorientasi pada mutu, dengan demikian tidak termasuk kegiatan penelitian pembinaan. Penelitian fundamental mensyaratkan gagasan dan kreativitas dengan orisinalitas tinggi. 
  • Jumlah Usul  biaya  Penelitian Fundamental maksimum Rp40.000.000,00/tahun.
  • Hasil Penelitian Fundamental  seyogianya menjadi acuan di arena nasional dan internasional. Oleh sebab itu, publikasi merupakan luaran yang sangat penting bagi Penelitian  Fundamental. Peneliti harus mem-publikasikan hasil penelitian-nya dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi dan jika memungkinkan dipublikasikan dalam jurnal internasional selambat-lambatnya satu tahun setelah penelitian berakhir. Peneliti yang tidak memenuhi ketentuan ini tidak diperkenankan mengajukan usul penelitian yang didanai DP2M.

      Rangkaian proses pengusulan, pelaksanaan, dan pelaporan Penelitian Fundamental dilaksanakan sesuai dengan format yang telah ditentukan, yakni Tata Cara Usul Penelitian, Evaluasi Usul, Pemantauan, dan Laporan Akhir.

Download File ini Penelitian Fundamental

BACK

Shared: