Program Internal

   
HKI dan UBER-HKI 2009

Universitas Muhammadiyah Malang

    Kekayaan intelektual adalah kekayaan  yang timbul dari kemampuan intelektual manusia yang dapat berupa karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Karya ini dihasilkan atas kemampuan intelektual melalui pemikiran, daya cipta dan rasa yang memerlukan curahan tenaga, waktu dan  biaya untuk memperoleh “produk” baru dengan landasan kegiatan penelitian atau yang sejenis. Kekayaan intelektual (KI) ini perlu ditindaklanjuti pengamanannya melalui suatu sistem perlindungan terhadap  Kekayaan Intelektual sehingga diperoleh apa yang disebut Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Secara garis besar HKI terdiri dari dua bagian yaitu Hak Cipta (copyright) dan Hak Kekayaan Industri (industrial property right) yang terdiri dari paten (patent), desain industri (industrial design), merek (trademark),  penanggulangan praktik persaingan curang (repression of unfair competition), desain tata letak sirkuit terpadu (layout design of integrated circuit) dan rahasia dagang (trade secret).
 
      Mengacu pada pengertian tersebut, DP2M Ditjen Dikti, sesuai tugas pokok dan fungsinya, telah menganalisis potensi HKI hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari staf pengajar perguruan tinggi. Diperoleh indikasi bahwa hasil tersebut memiliki nilai  invensi yang potensial untuk dapat “dijual” sebagai dampak positif kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bagi pelaksana maupun institusi. Potensi ini ditindaklanjuti melalui Program Unggulan Berpotensi Hak Kekayaan Intelektual (UBER-HKI).

       Program UBER-HKI yang dimulai  tahun 1999/2000 dapat dikompetisikan perolehannya oleh semua staf pengajar perguruan tinggi yang pernah atau sedang melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan program UBER-HKI adalah meningkatkan perolehan perlindungan KI dengan menggali secara maksimum potensi HKI yang diperoleh dari  suatu kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sedang berjalan maupun yang sudah selesai. Program UBER-HKI dibatasi untuk perolehan paten dan paten sederhana. Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.  
 
Program UBER-HKI terbagi dalam dua jenis:  
 
a.  Bantuan Pendaftaran Paten, ditujukan bagi pelaksana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah selesai kegiatannya dan siap diajukan Pendaftaran patennya. Kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melandasi ajuan tersebut tidak dibatasi waktu berakhirnya.  
 
b.  Bantuan Penelitian  Berpotensi Paten, ditujukan bagi pelaksana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah selesai kegiatannya pada tahun sebelumnya dan siap diajukan namun merasa perlu adanya tambahan kegiatan penelitian dan atau pengabdian kepada masyarakat sehingga hasil akhirnya dapat didaftarkan untuk paten.  
 
       Dana pelaksanaan program tergantung jenis program yang dipilih. Dana maksimum yang disediakan untuk jenis Bantuan Pendaftaran Paten maksimum sebesar Rp 7.500.000,00 (tujuh juta limaratus ribu rupiah). Dana ini digunakan untuk persiapan pembuatan dokumen permohonan paten (paten drafting), biaya permohonan paten, permohonan pemeriksaan substantif, dan biaya perjalanan pendaftaran paten maupun biaya  perjalanan pendaftaran pemeriksaan substantif. Dana maksimum untuk jenis Bantuan Penelitian Berpotensi Paten sebesar Rp 20.000.000,00 (duapuluh juta rupiah) yang digunakan untuk penyelesaian penelitian, persiapan  pembuatan dokumen permohonan paten (paten drafting), biaya  permohonan paten, permohonan pemeriksaan substantif, dan biaya perjalanan pendaftaran paten maupun biaya perjalanan pendaftaran pemeriksaan substantif. 

       Luaran Program UBER-HKI berupa Dokumen Usulan Paten yang telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual disertai dengan bukti pembayaran pendaftaran dan bukti pembayaran pemeriksaan substantif. Bagi dosen PTS harus memberikan tembusan kepada Kopertis setempat. Bantuan Pendaftaran Paten dikelola oleh DP2M. Sedangkan Bantuan Penelitian Berorientasi Paten,  sambil berkoodinasi dengan DP2M, pendaftarannya dilakukan oleh Penerima bantuan paling lambat 1 (satu) tahun setelah penandatanganan perjanjian. 

       Untuk meningkatkan kualitas berkas permohonan paten, para pengusul terpilih akan diberikan bimbingan penulisan dokumen permohonan paten (paten drafting) pada ebuah workshop. 



Download : File ini HKI dan UBER-HKI 2009
                 Surat Keputusan HKI dan UBER-HKI Tahun 2009
                 Surat Edaran HKI dan UBER-HKI Tahun 2009
                 Panduan HKI dan UBER-HKI 2009
                 Penetapan Calon Pemenang HKI dan UBER-HKI Tahun 2009


BACK
Shared: