Matching Fund Alokasikan 2,6 Miliar Bantu UMM Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Jum'at, 25 Agustus 2023 22:27 WIB   Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang

Matching Fund Alokasikan 2,6 Miliar Bantu UMM Penuhi Kebutuhan Masyarakat

MALANG – Perubahan pola pikir hingga sistem akhir-akhir ini terjadi secara signifikan, memberi jalan pintas di era yang serba cepat. Seperti halnya, kemudahan sistem kerjasama antara perguruan tinggi dengan komersialisasi mitranya. Terlebih, platform ‘Kedaireka’ berperan sebagai solusi agar proses kolaborasi dapat berjalan dengan baik dan bergerak lebih cepat. 

Munculnya platform cetusan visi Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) beserta Nizam selaku Direktur Jenderal Dikti ini, menghadirkan program Matching Fund untuk mewujudkan intensifikasi yang bersinergi. Tepat di tahun 2023, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah merasakan keuntungan dari program ini. Sebanyak tujuh kerjasama antara UMM dengan komersial mitranya berhasil dijalin.

 

Dongkrak Transformasi Ekonomi

Platform ‘Kedaireka’ sendiri sebenarnya terbentuk dari adanya Kampus Merdeka. Memberi kesempatan agar dosen-dosen di perguruan tinggi Indonesia dapat menghasilkan karya yang solutif dan inovatif. Tentunya, hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan serta tantangan masyarakat luas.

Dari tujuh kerjasama yang dijalin UMM dengan mitranya memiliki prioritas riset masing-masing. Diantaranya, yaitu ekonomi hijau, ekonomi biru, non tematik umum, dan ekonomi digital. Hal ini dilandasi dengan optimisme untuk transformasi ekonomi Indonesia menuju lebih baik lagi.

Rencana penelitian dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat rupanya sudah dirancang sejak 2022 lalu. Namun, hal ini baru direalisasikan pada tahun 2023. Alokasi dana untuk tujuh penelitian besutan dosen UMM ini pun tidak tanggung-tanggung.  Pendanaan sebesar 2,6 miliar rupiah didapatkan dari Matching Fund guna mendukung penelitian ini.

Menghasilkan inovasi menarik sebagai pemenuhan tantangan masyarakat luas. Dalam hal ini, UMM terfokus untuk pengembangan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sehingga, pemanfaatkan kepakaran dari pihak dosen UMM dibarengi pemberdayaan potensi masyarakat sekitar sangat diperlukan.

Tentu, tujuan dari pemberdayaan potensi masyarakat ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Disamping itu, bentuk kemitraan seperti ini juga dapat meningkatkan mutu pelayanan di sektor publik. Sehingga, kolaborasi antara UMM dengan komersial mitra dapat berjalan dengan baik dan memberi keuntungan kedua pihak.

Melalui program Matching Fund, kebutuhan UMM untuk melengkapi pusat-pusat risetnya didongkrak. Juga diseimbangi dengan teknologi yang mendukung proses riset. Maka, hilirisasi dapat dilaksanakan secara efisien. 

Pengembangan Inovasi

Hasil dari tujuh kerjasama yang dijalin UMM ini tidak luput dari dua skema besar Matching Fund. Seperti produk kakao yang diolah sesuai standar, hasil kolaborasi Program Studi Teknologi Pangan dengan PT. Inovasi Kakao Indonesia. Menyusuri Program Studi lainnya, kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Biologi dengan aKancaTani mengembangkan kacang koro lokal untuk kebutuhan fungsi pangan. 

Tak kalah, Program Studi Agribisnis juga menunjukkan eksistensinya. Hasil kolaborasinya dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri telah mengembangkan produksi bibit nanas melalui teknik in vitro dan ex vitro dengan formula prokar dan pronas. Selanjutnya, pengembangan produk pakan ikan koi bahan lokal menjadi hasil dari kolaborasi Program Studi Akuakultur dengan CV. Indokoi Malang.

Adapun pengembangan smart solar untuk memantau kualitas energi pembangkit listrik tenaga surya oleh Program Studi Teknik Elektro dan Jayatama Adi Sentosa. Kemudian, Program Studi Informatika bersama PT. Novo Indonesia Belajar mengembangkan model Audio Speech Recognition (ASR) melalui aplikasi mengaji. Sedangkan pupuk organik cair untuk pertanian yang ramah lingkungan merupakan hasil kolaborasi dari Program Studi Ilmu Pertanian dengan Koperasi Anugerah Agro Lestari. pil aborsi

Keyword: Matching Fund

Shared: